Bulan Ramadhan, Setan dikurung?

hidayatulla.com

Saat masih kecil, ketika mudik ke Madura (ceritanya, dulu masih di Lumajang) saya sering menginap di rumah sepupu saya. Dan ketika malam tiba, sepupu saya punya kebiasaan membuka jendela kamar ketika tidur agar tidak kepanasan. Saya saat kecil yang memang parno-an, akhirnya sering menangis ketakutan. Takut tiba-tiba muncul hantu dari jendela. Dan, ummi saya mengatakan jika di bulan puasa, hantu-hantu dikurung, dirantai, di Neraka. Karena itu, hantu tidak akan muncul dari jendela. Itulah asal muasal saya mempercayai jika setiap bulan puasa, semua setan dan kawan-kawannya tidak berkeliaran dekat manusia.  Dan tidak menutup kemungkinan, sampai sekarang pun saya mempercayai itu. hingga suatu kejadian aneh terjadi beberapa waktu lalu.

Waktu itu, jam menunjukkan sekitar 11.30 malam. Saya mendengar suara motor Abi datang dari musholla memperbaiki pengeras suara. Abi tidak langsung masuk, melainkan masih duduk santai di teras rumah bagian samping. Ummi saya, sudah 1 jam yang lalu masuk kamar setelah abi berangkat ke musholla. Tak lama dari kedatangan abi, tiba-tiba ummi saya memanggil Abi beberapa kali dengan suara keras, saya yang waktu itu nonton drama korea menggunakan headset lumayan mendengar dengan jelas teriakan ummi, namun tak saya hiraukan. Fikir saya, Ummi tengah memastikan apa suara motor barusan adalah suara motor Abi atau bukan.

Setelah sahur tiba, Ummi cerita, jika ternyata semalam ia bermimpi di ganggu makhluk halus dan saking ketakutannya, Ummi teriak memanggil Abi. Saat itu saya mengkonfirmasi jika saya mendengar teriakan Ummi, sekaligus sedikit merasa takut jika itu adalah kejadian yang jelas adalah mimpi namun seperti kenyataan. Ummi juga bercerita bahwa setelah Ummi akan tidur sesaat setelah Abi berangkat, Ummi melihat bayangan dibalik jendela hingga membuat Ummi harus keluar memastikan, takutnya ada tamu. Akhirnya, saya hanya mengatakan bahwa setan itu tidak ada saat bulan puasa, sama persis yang Ummi saya katakana dulu kepada saya.

Pikiran itu pun membuat saya penasaran, dan akhirnya saya memutuskan bertanya pada salah satu teman saya (dia seorang santri-yang bijak) mengenai, benarkan jika saat bulan puasa tidak ada syetan dkk?

Dia menjawab,

Menurut penafsiran beberapa ulama (sebelumnya ia menjelaskan suatu hadist), ada yang mengatakan jika hanya setan yang paling jahat yang dirantai. Ada pula yang mengatakan bahwa, itu hanyalah sebuah ‘ungkapan’ yang menunjukkan bagaimana sulitnya setan menggoda manusia. Namun, penafsiran yang pertamalah yang menurut para ulama lebih baik.

Intinya, setan dkk itu benar adanya jika dikurung ketika bulan puasa.

Hanya saja, ketika masih saja banyak muslim yang enggan sholat subuh berjamaah setelah sahur, atau enggan menempati saft pertama saat sholat tarawih, serta meninggalkan keutamaan-keutamaan lainnya adalah diakibatkan oleh NAFSU JELEK dan SETAN yang berwujud MANUSIA (An-Nass).

Walau masih (sangat) takut, teman saya mengataka bahwa ini adalah perkara ghaib, sebagai muslim beriman, kita harus percaya akan hal itu, dan selebihnya berserah diri kepada Allaah.

4 komentar

  1. Hahaha.. Kalo menurutku mungkin sebenarnya di bulan puasa itu memang setan sdg dikurung. Kita lah yg mengurungnya. Kita yg membelenggunya dg puasa kita. Karena ketika puasa, kita menahan hawa nafsu otomatis pula kita menahan diri dri godaan setan. Dengan begitu, setan kan g dapat makan juga, akhirnya setan jadi lemas.. Karena lemes setan g bisa berkeliaran deh kemana2.. Hahaha..

    BalasHapus
    Balasan
    1. yah, ada yang bilang begitu. ada juga yang bilang, mengapa kayak nggak ada bedanya bulan puasa atau enggak, itu karena setan udah ngatur timer bom waktu, jadi sekalipun setan benar adanya dikurung di 'sana', timer itu meledak sesuai yng udah diatur....
      weeh.... canggih, yooo....

      Hapus

My Instagram

@elfamahmukid