Opini#1 Video Anak SMA TOP di Pamekasan
By Elok Faiqatul Himmah At April 01, 2018 1
Assalamualaikum, selamat datang di blog ku. Oke, postingan kali ini kita masuk disegmen OPINI#1. Adapun hal yang akan saya tanggapi adalah tentang video anak SMA yang beberapa waktu lalu viral dikalangan masyarakat setempat (-25).
Beberapa waktu lalu, saya sedang melihat beberapa postingan status dari kontak Whatsapp. Seperti biasa, saya scroll status dari atas dan membukanya secara bergilir. Berbagai macam status yang saya temukan, salah satuny sebuah video anak berseragam sekolah menengh atas. Tiba-tiba, adik saya menghampiri saya dengan sedikit berteriak, "AKU MINTAAAK!!!". sejenak saya heran, mengapa dia begitu antusias dengn video itu. Setelah saya menanyakan alasannya, katanya, video itu adalah video yang sedang hits dari salah satu siswi sekolah negeri siswi(paling) top di Pamekasan (kota saya). Akhirnya, saya kembali nge-play video yang sebelumnya saya abaikan itu setelah mengirimnya ke adik saya. Dari video itu, saya waktu itu berfikir bahwa itu hanya video iseng yang war seperti video anak SMK di Malang yang sempat viral jauh dari video ini ada, yah, hanya itu yang saya fikirkan.
Keesokan harinya, saya nonton tv bersama adik saya sambil megang hp masing-masing (ini, mah, tv nya yang nontonin kita😁). Dan saya mendengar suara video viral itu lagi seraya bertanya tanpa memalingkan pandangan saya dari -TV- hp, "apa, sih, gak selesai-selesai." Saya menanyakan itu, karena video itu memang video yang tidak terlalu penting ( bukan MV KPOP, misalnya), tanpa saya pusingkan kenapa hal itu menjadi viral. Ternyata, adik saya mengatakan jika itu adalah video tanggapan dari beberapa orang. Mulai dari perempuan, laki-laki, dan bahkan diantara keduanya (banci, ini serius). Tanggapannya pun berbagai, dan sari semua tanggapan yang ada, jelas, kembali intinya nge-bully si anak SMA itu.
Sejak saat itu, saya sadar bahwa isi dari video anak SMA itu sebenrnya adalah tentang bagaimana penampilan perempuan jaman sekarang agar terlihat cantik. Mulai dari pakai bedak 1 kg, body lotions 3 botol, lipstick 3 meter, dan alis diteblkan. Menurut dia, jika sudah jelek, yasudah, jelek saja tidak perlu dandan nanti ditempeleng Malaikat baru rasa. Padahal sebelumnya, saya hanya bisa menangkap bahwa video itu berisi hujatan iseng kepada perempuan dengan gaya menympaikn video yang menurut saya saaaangggaaaatt berlebihan. Dan, sungguh, saya tidak sakit hati dengan apa yanh dia katakan, bukan karena saya tidak memakai bedak 1 kg atau lainnya yang dia sebutkan, tapi karena memang menurut saya itu hanya video iseng anak SMA labil.
Adapun video tanggapannya, kurang lebih menyampaikan bahwa, perempuan itu memng harusnya dandan agar bisa menyenngkan pasangan dan tidak malu jika diajak pergi kondangan. Ada pula yang mengatakan bahwa jika perempuannya seperti "kamu" (si Anak SMA) yang hitam, kulit wajahnya berjerawat dan kusam, lalu tidak dandan, apalagi punya sifat buruk, lalu apa yang akan orang lihat dari kamu serta nge-bully behel gigi yang dia pakai untuk menangkis pukulan Malaikat, dan jelas, tanggapan itu disampaikan dengan gaya dan nada yang aneh seperti yang dilakukan anak SMA itu, bedanya cuma plus marah-marah dan cacian (hahaha... Ada-ada saja).
Opini saya, sih, video itu dibuat hanya untuk ditujukan untuk nge-bully "seorang" yang mungkin dirasa berlebihan dalam urusan berdandan (maklumlah, anak SMA, temenku aja nge-bully sampai masuk polres, ini mah, nggak seberapa) dan akhirny menyebar dan viral. Tapi, caranyalah yang salah, bukan isinya. Isinya, mah, menurut saya baik (secara, berlebihan kan, bedakan sampai 1 kg, itu bedak apa terigu, hahaha). Walaupun dia telah menyampaikan permohonan maaf melalui video dengn seragam atlit (ya, ternyata, dia seorang atilit), kembali lagi, dia menyampaikan permohonan maaf dengan cara yang salah (gimana nggak salah, dia minta maaf sambil bawa-bawa behel dan menyampaikan bahwa masyarat berhasil dia buat baper). Dan itu bagi saya adalah hal yang biasa dilakukan bagi siswa dalam pencarian jati diri dan belajar. Saya hanya berharap, semoga dia secepatnya bisa belajr bahwa hal baik bisa jadi berakibat biuruk bila caranya salah. Karena yang baik sudah jelas baik, begitu sebaliknya.
Dan alangkah baiknya juga, jika mereka yang menanggapi video anak SMA ini yang kebanyakan adalah orang dewasa, bisa memberikan pembelajaran dengan cara selayaknya orng dewasa swharusnya lakukan. Misalnya bjsa lebih membuka diri untuk bisa menerima pemikiran dari dua pihak (dia dan dirinya sendiri), berfikir apakah suatu hal memang harus dilakukan atau sebaiknya tidak dilakukan dari dampak positif dan negatifnya yang ada, apalagi mediannya saat yang sudah canggih.
Mungkin ini saja opini saya, saya juga bukan orang benar, jdi jika ada hal yang salah mohon dimaafkan. Stay positive and see you.
Ps: bagi yang mau lihat videonya, bisa check link berikut dan jika berkenan berikan opinimu https://youtu.be/jAWZMmt3LgE
About Author
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)


1 komentar
Betul sekali. Hal baik bisa berakibat buruk jika caranya salah. Nice post elok.
BalasHapus